RISET MONITORING DAN EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH VAKSINASI COVID-19 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN KEMENKES RI TAHUN 2021

  • Senin, 06 September 2021 - 07:03:02 WIB
  • Administrator
RISET MONITORING DAN EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH VAKSINASI COVID-19  BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN KEMENKES RI TAHUN 2021

     Kegiatan vaksinasi COVID-19 sangat bermanfaat sebagai upaya pencegahan sekunder, tetapi limbah yang dihasilkannya harus dikelola dengan benar agar dampaknya dapat dieliminasi. Dampak yang ditimbulkan antara lain : Dampak ekonomi, pencemaran lingkungan, dan kesehatan seperti penularan penyakit berbasis darah melalui tusukan jarum  suntik bekas (Needlestick injuries/NSIs).

     Risiko penularan melalui NSIs: Hepatitis B (3-10%), Hepatitis C (3%), HIV (0,3%). NSIs penyebab utama infeksi melalui limbah layanan kesehatan (WHO,2003). Evaluasi pengelolaan limbah vaksinasi Covid-19 baru akan dilakukan sedangkan evaluasi pengelolaan limbah dari vaksinasi yang lain belum banyak dilaporkan secara nasional.

     Adapun regulasi terkait dengan limbah medis yaitu : Peraturan Pemerintah Nomor 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  No. P56/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasyankes. Keputusan Menteri Kesehatan No.537/2020 mengenai Pedoman Pengelolaan Limbah Medis Fasyankes dan Limbah dari Kegiatan Isolasi Mandiri di Masyarakat dalam Penanganan Covid-19. PMK No.7/2019 tentang Kesehatan Lingkungan RS dan KepMenkes No.1428/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Puskesmas.

     Tujuan Umum dari riset yaitu diperolehnya data dan informasi tentang hasil monitoring dan evaluasi tahapan pengelolaan limbah vaksinasi COVID-19 dan variasi vaccine wastage rate di berbagai wilayah untuk rekomendasi pengurangan limbah vaksinasi dan cara pengelolaan yang tepat.

     Sedangkan tujuan khususnya yaitu Diperolehnya data dan informasi tentang kesiapan pengelolaan limbah vaksinasi di Dinas Kesehatan, RSUD, Puskesmas dan klinik terkait kegiatan vaksinasi COVID-19, Diperolehnya data dan informasi tentang tahapan pengelolaan limbah vaksinasi yang meliputi pengumpulan dan pemilahan, pewadahan, pengangkutan internal, penyimpanan sementara, pengolahan dan pemusnahan akhir, Diperolehnya data dan informasi tentang pengetahuan, sikap dan perilaku pengelola limbah  dan petugas vaksinasi tentang pengelolaan limbah vaksinasi COVID-19, Diperolehnya estimasi pemborosan vaksin (vaccine wastage rate) di lokasi wilayah penelitian, Diperolehnya data tentang timbulan limbah vaksinasi infeksius non tajam RS dan Diperolehnya data dan informasi tentang kejadian NSIs dan upaya pencegahan infeksi karena NSIs.

     Maanfaat dari riset yaitu Perbaikan kesiapan pelaksanaan vaksinasi yang berdampak pada besarnya pemborosan vaksin (vaccine wastage rate), Perbaikan tahapan pengelolaan limbah vaksinasi yang meliputi pengumpulan dan pemilahan, pewadahan, pengangkutan internal, penyimpanan sementara, pengolahan dan pemusnahan akhir, Perbaikan upaya perlindungan petugas kesehatan dan penanganan limbah dari cidera karena jarum suntik (NSIs), Alternatif pengurangan limbah vaksinasi yang aman dan Pencegahan penyalahgunaan limbah vaksinasi.

     Riset Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Limbah Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, dengan lokasi penelitian adalah 4 Provinsi dan 8 Kabupaten/Kota, untuk Provinsi NTB dilaksanakan di Kota Mataram dan Kab. Lombok Timur, kegiatan riset di Kab. Lombok Timur mulai tanggal 18 – 25 Agustus 2021. Lokasi penelitian di Kab. Lombok Timur yaitu di Rumah Sakit Raden Soedjono Selong dan RS. Lombok Medical Center, sedangkan untuk Puskesmas ada di 6 Puskesmas diantaranya Puskesmas Selong, Sakra, Keruak, Terara, Aikmel dan Sembalun.

  • Senin, 06 September 2021 - 07:03:02 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya