“Penilaian Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Kabupaten Lombok Timur”

  • Rabu, 25 Agustus 2021 - 14:05:08 WIB
  • Administrator
“Penilaian Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Kabupaten Lombok Timur”

     Upaya pencegahan stunting membutuhkan keterpaduan penyelenggaraan intervensi gizi pada lokasi dan kelompok sasaran prioritas (Rumah Tangga 1000 HPK). Untuk mencapai keterpaduan/integrasi tersebut diperlukan penyelarasan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan pengendalian kegiatan lintas sektor serta antar tingkatan pemerintahan dan masyarakat. Untuk memberikan panduan bagi proses integrasi intervensi di tingkat Kabupaten/Kota.

     Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk membebaskan setiap anak Indonesia dari risiko terhambatnya perkembangan otak yang menyebabkan tingkat kecerdasan anak tidak maksimal.

     Sebagai upaya pembinaan dan pengawasan kinerja kabupaten/kota dalam meningkatkan keterpaduan intervensi gizi dalam rangka percepatan penurunan stunting yang merupakan salah satu Prioritas Nasional, Penilaian kinerja tahunan ini diharapkan menjadi ajang pembelajaran dan daya saing yang dapat memotivasi pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi untuk meningkatkan kinerjanya dalam penanganan stunting.

     Penilaian Kinerja Pelaksananaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi adalah proses penilaian kemajuan kinerja kabupaten/kota dalam melakukan upaya untuk memperbaiki konvergensi intervensi gizi (spesifik dan sensitif). Perbaikan ini dilakukan melalui pelaksanaan 8 (delapan) aksi konvergensi/integrasi dalam perencanaan, penganggaran, implementasi, pemantauan, dan evaluasi program/kegiatan. Pelaksanaan aksi integrasi ini diharapkan meningkatkan jumlah Rumah Tangga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dapat mengakses intervensi gizi secara lengkap (konvergen) di kabupaten/kota.

     Tujuan Penilaian Kinerja ini adalah untuk memberikan informasi mengenai: a) Aspek kinerja apa saja yang sudah baik atau yang masih perlu ditingkatkan dari setiap kabupaten/kota b) Perbandingan kinerja kabupaten/kota dalam wilayah provinsi c) Pembelajaran antar kabupaten/kota dalam wilayah provinsi (peer learning) untuk meningkatkan kualitas dan hasil pelaksanaan 8 aksi konvergensi/integrasi

Ruang lingkup penilaian kinerja menyesuaikan dengan jadwal pelaksanaan aksi-aksi konvergensi/integrasi.

  1. Pada tahun pertama, kabupaten/kota lokasi prioritas penurunan stunting (untuk selanjutnya disebut sebagai kabupaten/kota prioritas) akan dinilai hasil kinerja Kabupaten lombok Timur dalam melaksanakan 4 aksi konvergensi/integrasi yang terkait dengan perbaikan perencanaan, penganggaran, dan pemberian dukungan kepada desa (Aksi Analisis Situasi, Rencana Kegiatan, Rembuk Stunting, dan Peraturan Bupati Lombok Timur tentang Peran Desa). 
  2. Pada tahun kedua, kabupaten/kota prioritas akan dinilai hasil kinerjanya dalam melaksanakan 4 aksi integrasi yang berkaitan dengan pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi (Aksi Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM), Perbaikan Sistem Manajemen Data, Pengukuran dan Publikasi Data Stunting, Reviu Kinerja Tahunan) dan terhadap pelaksanaan 4 aksi pertama yang dilakukan pada tahun kedua.
  3. Pada tahun ketiga dan seterusnya, penilaian mencakup hasil yang diharapkan dari pelaksanaan aksi konvergensi/integrasi yaitu meningkatnya konvergensi/integrasi intervensi gizi (baik spesifik maupun sensitif). Kinerja ini akan diukur melalui skor indeks khusus penanganan stunting yang dihitung secara independen oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

     Penilaian kinerja dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2021 bertempat di Rupatama 2 Kantor Bupati Lombok Timur. Hadir pada saat penilaian diikuti oleh OPD yang terkait langsung, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dinas Ketahanan pangan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas LHK, dan beberapa OPD terkait lainnya dan Tim penilai atau Panelis provinsi yeng terdiri dari Ketua dan/atau Anggota tim koordinasi dan Perwakilan dari akademisi.

     Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur Drs. H. Juani Taofik, M.AP dilanjutkan pemaparan Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Timur selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Hj. Baiq Miftahul Wasli, SE. Msi. Dengan mengusung beberapa kegiatan inovasi seperti KEBAP ASI (Kelompok Bapak Pendukung ASI) dari Dinas Kesehatan, GO Green dari TIM PKK Kabupaten dan BAKSO dari Dinas DUKCAPIL, dengan adanya kegiatan inovatif tersebut diharapkan bisa membawa Kabupaten Lombok Timur bisa menjadi juara. Dimana pada tahun sebelumnya dengan inovasi Canting Mas PKK telah membawa Kabupaten Lombok Timur terpilih sebagai kabupaten TER-REPLIKATIF tingkat Provinsi NTB dan meraih juara 2 Kabupaten terbaik dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi (penerapan 8 aksi, menyingkirkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTB. 

  • Rabu, 25 Agustus 2021 - 14:05:08 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya

Tidak ada artikel terkait